
persamaan reaksi pembakaran:
- Engine mengkonversi energi kimia dalam fuel menjadi energi panas.
- Asumsikan rumus kimia fuel menjadi metana(CH4)
- Dengan mereaksikan dengan udara, maka :
CH4 + O2 → CO2 + H2O + kalor
- Hasil yang diperoleh adalah karbondioksida dan uap air serta melepas panas(kalor) sebesar 1000 BTU/ft3 setiap methane yang direaksikan
- Udara terdiri dari 23% O2 dan 77% N2.
- Kedua zat tersebut ikut dalam reaksi kimia.
- Tidak semua pembakaran berlangsung sempurna, hal ini menyebabkan terbentuknya emisi gas buang seperti : NOx, HC, dan partikulat (smoke).
- Ketidak-balans-an (unbalance). Mesin dengan tekanan pembakaran yang balans akan mendistribusikan mechanical dan thermal stress yang merata ke semua silinder. Hal ini akan menyebabkan umur komponen manjadi lebih panjang dibanding dengan mesin yang tidak balans tekanan pembakarannya
- Silinder yang mati, tidak mengalami prsoses pembakaran(Death Cylinders)
- Penyalaan terlalu awal (early firing). Early Firing terjadi ditandai dengan kenaikan tekanan pembakaran yang terlalu awal dan tekanan pembakaran yang tinggi.Hal yang menyebabkan terjadinya early firing adalah:
- Temperatur udara masuk ke ruang bakar yang tinggi.
- Timing penyemprotan bahan bakar yang terlalu awal.
- Pembakaran yang lemah (soft firing). Penyebab soft fire:
- Pengabutan bahan bakar yang tidak sempurna.
- Kualitas bahan bakar yang buruk.
- Kerusakan pada fuel pump.
- Waktu penyemprotan bahan bakar yang terlambat
- Detonasi. Pada diesel berbahan bakar HSD(solar) detonasi terjadi ketika bahan bakar terus disemprotkan, namun tidak terjadi pembakaan secara stratified, sampai pada suatu saat bahan bakar dengan jumlah banyak tersebut terbakar secara tiba-tiba menyebabkan ledakan yang besar. Detonasi menyebabkan umur komponen menjadi lebih pendek, hal ini disebabkan mechanical dan thermal stress yang diterima komponen lebih tinggi.
| | |||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar